PONSELESA.com – Pabrikan elektronik merek lokal Tanah Air, Polytron, resmi melebarkan sayap ke industri PC melalui jajaran laptop Luxia yang diluncurkan dalam sebuah acara di Jakarta. Lini produk tersebut terdiri dari tiga model, yaitu Luxia i3, Luxia Pro i5, dan Luxia Pro Ultra 5.
Head of Group Audio Video Polytron, Bambang Als. Athung, mengatakan bahwa brand Luxia merupakan singkatan dari Luxury, Intelligent, dan Affirmation. “Namanya juga terdengar baik dan gampang diingat,” ujar Bambang pada saat memperkenalkan jajaran laptop Luxia Series ini.
Luxia i3, Luxia Pro i5, dan Luxia Pro Ultra 5 menyasar segmen konsumen yang berbeda dengan price point yang berbeda pula, mulai kisaran Rp 5 jutaan hingga Rp 11 juta. Berikut penjabaran singkat untuk masing-masing laptop dari Luxia Series.
Polytron Luxia i3
Laptop ini hadir dengan cover metal bernama Obsiday Gray, Luxia i3 menarget pengguna casual seperti mahasiswa dan pelajar. Layarnya sendiri menggunakan panel IPS LCD berukuran 14 inci beresolusi WUXGA dan aspek rasio 16:10. Port USB C tunggal di laptop ini jenis full-function sehingga dapat digunakan untuk mengisi daya hingga menghubungkan monitor eksternal.
Berbicara soal performa, laptop Luxia i3 mengandalkan prosesor Intel Core i3-1215U dengan komposisi 6 core dan 8 thread berkecepatan 4,4 GHz, dipadukan memori RAM 8 GB dengan SSD NVMe PCIe 3.0 berkapasitas 256 GB. Jika diperlukan, pengguna masih bisa melakukan upgrade RAM hingga 64 GB dan storage hingga 1 TB.
Merujuk pada keterangan di situs Polytron, di Indonesia, Luxia i3 ini dibanderol dengan harga Rp6.999.000 rupiah.
Polytron Luxia Pro i5
Berada satu tingkat di atas Luxia i3, Luxia Pro i5 ini ditujukan bagi pekerja dengan mobilitas tinggi tapi membutuhkan performa powerful di perjalanan, seperti kreator konten. Untuk memfasilitasi kebutuahan tersebut, laptop dengan cover bahan metal ini antara lain punya bobot di bawah 1 kilogram agar mudah dibawa kemana-mana, layar 14 inci dengan cakupan warna sRGB 100% serta tingkat kecerahan 400 nits.
Sesuai dengan namanya, Luxia Pro i5 ditenagai prosesor Intel Core i5-1235U generasi ke-12 (10 core-12 thread) berkecepatan hingga 4,4 GHz, berikut RAM LPDDR5 dengan frekuensi 6400MHz berkapasitas 16 GB dan SSD NVMe PCIe Gen 3 berkapasitas 512 GB. Baterainya pun diklaim mampu bertahan hingga 10 jam.
Luxia Pro i5 tersedia dalam satu pilihan warna saja yaitu Titanium Gray, ini dibanderol dengan harga Rp7.599.000 rupiah.
Polytron Luxia Pro Ultra 5
Luxia Pro Ultra 5 adalah model tertinggi di seri kali ini. Prosesornya menggunakan Intel Core Ultra 5 125H yang sudah dibekali NPU terintegrasi untuk menjalankan fungsi-fungsi kecerdasan buatan AI, dikombinasikan memori RAM 16 GB LPDDR5 dengan frekuensi 6400 MHz dan storage SSD NVMe PCIe 4.0 berkapasitas 512 GB.
Meski berbodi full-metal magnesium alloy, laptop ini tergolong ramping dengan bobot 1 kg. Kameranya dibekali e-shutter untuk privasi.
Polytron turut membekalinya dengan sensor sidik jari yang terintegrasi dengan tombol daya dan sistem pendingin dual-fan untuk memaksimalkan TDP 28 watt dari prosesornya.
Masih sama dengan model Luxia Pro i5, Luxia Pro Ultra 5 juga membawa layar berukuran 14 inci dengan cakupan warna sRGB 100% serta tingkat kecerahan 400 nits.
Di pasar Indonesia, Luxia Pro Ultra 5 tersedia dalam varian warna Sterling Silver. Banderol harganya adalah Rp12.999.000 rupiah.
Diskon dan Bonus Pre-Order Polytron Luxia
Polytron menggelar promo pre-order untuk pembelian Luxia mulai dari 5 Agustus hingga 15 Agustus 2025 di e-commerce Blibli. Dalam periode ini, ketiga laptop mendapat potongan harga hingga Rp1,5 juta sehingga menjadi sebagai berikut:
- Luxia i3: Rp5.499.000 rupiah
- Luxia Pro i5: Rp7.599.000 rupiah
- Luxia Pro Ultra 5: Rp10.999.000 rupiah
Calon konsumen juga bakal mendapat bonus berupa kamera CCTV, mouse, hingga backpack. Tersedia juga opsi tukar tambah laptop lama yang dihargai hingga Rp4,5 juta.
Kesemua laptop Polytron Luxia ini dilindungi garansi Accidental Damage Protection (ADP) selama 2 tahun yang mencakup hal-hal seperti kerusakan tak terduga, kerusakan akibat cairan, hingga bencana alam dan kehilangan unit.


