Vivo X200 Series
menjadi seri flagship Vivo yang cukup tangguh, termasuk di Indonesia. Untuk
pasar Indonesia, Vivo hanya memboyong dua model yaitu
Vivo X200 dan
Vivo X200 Pro. Adapun keunggulan utama yang dimiliki oleh Vivo X200 Series ini adalah
mengusung teknologi kamera ZEISS. Bukan hanya itu, kinerja yang ditawarkan
juga cukup tangguh dengan mengandalkan
chipset MediaTek
Dimensity 9400 yang powerful.
Layar juga menjadi sektor utama lainnya yang tidak kalah menarik dari Vivo
X200 karena dipersenjatai layar AMOLED (Active Matrix Organic Light Emitting
Diode), serta didukung refresh rate 120Hz. Layarnya juga sanggup menghasilkan
hingga 1 miliar warna dan HDR10+.
Penasaran dengan kemampuan lainnya? Silakan simak beberapa kelebihan dan
kekurangan Vivo X200 melalui artikel di bawah ini.
Kelebihan Vivo X200
1. Desain Premium
Secara desain, Vivo tampaknya tidak membeda-bedakan untuk desain Vivo X200
Series ini. Semua model punya modul kamera berbentuk lingkaran di bagian
tengah. Sedangkan LED flash disimpan di luar modul lingkaran.
Jika diperhatikan, modul lingkaran dari Vivo X200 punya bentuk yang lebih
compact dibandingkan seri “Pro”. Selain itu, lingkaran untuk kamera yang ada
di dalamnya juga disusun membentuk diamond. Berbeda dengan Vivo X200 Pro yang
disusun berbentuk persegi.
Pada bagian bodi dari Vivo X200 ini telah menggunakan lapisan kaca atau kaca
fiber. Sedangkan frame-nya menggunakan material aluminium alloy. Hal menarik
dari bodinya ini adalah tidak mudah menimbulkan bekas sidik jari.
Menariknya lagi adalah smartphone flagship besutan Vivo ini sudah mengantongi
sertifikasi IP68/IP69. Dengan adanya sertifikasi tersebut, sang ponsel mampu
bertahan dari debu dan air, bahkan hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit.
2. Layar AMOLED 120Hz yang Imersif
Smartphone flagship Vivo X200 ini dipersenjatai dengan layar sentuh punch hole
berukuran 6,67 inci dengan panel AMOLED (Active Matrix Organic Light Emitting
Diode) yang mengusung resolusi 1260 x 2800 piksel dengan kerapatan 460 ppi
(pixel per inch) yang mampu menampilkan 1 miliar warna dan HDR10+, serta punya
tingkat kecerahan puncak di angka 4500 nits (peak).
Menariknya, resolusi layar dari ponsel ini masih bisa diubah menjadi resolusi
1080 x 2400 piksel untuk penggunaan baterai yang lebih irit.
Demi meningkatkan kenyamanan pengguna, layarnya telah mendukung refresh rate
120Hz. Meski bukan mengusung refresh rate 144Hz, pergerakan yang ditampilkan
saat melakukan scrolling sudah sangat mulus.
Layar tersebut juga sudah dilindungi proteksi dari Schott Xensation Alpha.
Keberadaan proteksi tersebut diklaim mampu meminimalisir terjadinya goresan
atau retakan ketika terbentur dengan benda padat.
3. Kinerja Tangguh dengan Dimensity 9400
Performa yang ditawarkan oleh Vivo X200 ini bisa dikatakan paling ganas,
setidaknya pada periode 2024-2025. Hal ini tak lepas dari sokongan SoC (System
on Chip)
MediaTek Dimensity 9400
berfabrikasi 3 nanometer yang mengusung prosesor octa-core yang terdiri dari
single-core berkecepatan ARM Cortex-X925 berkecepatan 3,62 GHz, triple-core
ARM Cortex-X4 berkecepatan 3,3 GHz, dan quad-core ARM Cortex-A720 berkecepatan
2,4 GHz, serta diperkuat oleh pengolah grafis memadai dari GPU (Graphics
Processing Unit) Immortalis-G925.
Selain GPU Immortalis-G925. Ada juga komponen lain yang dikandung yaitu
prosesor AI MediaTek NPU 890, dan ISP Imagiq 1090.
Untuk pasar Indonesia, Vivo X200 hanya hadir dalam satu konfigurasi memori
yaitu RAM 12 GB LPDDR5x dengan penyimpanan internal berkapasitas 256 GB.
Mengutip TechTablets, Vivo X200 dengan MediaTek Dimensity 9400 mampu
meraih skor AnTuTu v10 hingga 2.610.498 poin.
4. Mengusung Kamera ZEISS
Beralih ke sektor fotografi, Vivo X200 dibekali tiga buah kamera di sisi
belakangnya. Komposisinya adalah kamera utama berkekuatan 50 MP yang
menggunakan sensor Sony IMX921 dengan focal length 23 mm berukuran 1/1.56 inci
pada bukaan aperture f/1.6 yang didukung phase-detection autofocus dan OIS
(Optical Image Stabilization).
Lalu ada kamera periskop telefoto berkekuatan 50 MP dengan sensor Sony IMX882
berukuran 1/1.95 inci dengan focal length 70 mm yang bisa melakukan optical
zoom hingga 3x yang juga didukung phase-detection autofocus dan OIS (Optical
Image Stabilization).
Terakhir adalah kamera ultra-wide berkekuatan 50 MP pada bukaan aperture f/2.0
dengan focal length 15 mm berukuran 1/2.76 inci yang memiliki sudut pandang
hingga 119 derajat.
Menilik pada bagian depan, Vivo X200 mengandalkan kamera selfie berkekuatan 32
MP dengan lensa ultrawide pada bukaan aperture f/2.0 dengan focal length 20
mm.
Untuk perekaman video, kamera belakang dan depan sudah sama-sama mampu merekam
di resolusi 4K@60fps. Bedanya, kamera belakangnya sudah didukung fitur
gyro-EIS.
5. Stereo Speaker yang Lantang
Smartphone Vivo X200 juga menghadirkan kenyamanan dalam menonton video hingga
bermain game. Ini berkat dukungan stereo speaker, speaker primer berada di
sisi bawah sebelah port USB Type-C, sedangkan speaker sekundernya menyatu
dengan lubang earpice.
Kualitas audio atau stereo speaker yang dimilikinya pun sudah cukup baik
dengan keluaran suara lebih lantang. Dengan begitu, aktivitas bermain game
hingga menonton video terasa lebih menyenangkan.
Namun, Vivo X200 tidak memiliki port audio jack 3,5mm. Sehingga akan sulit
untuk menggunakan earphone berkabel. Namun, Anda masih bisa menggunakannya
melalui converter jika ingin menggunakan earphone berkabel, atau menggunakan
earphone wireless.
6. Konektivitas dan Sensor Lengkap
Sebagai smartphone di segmen flagship, konektivitas dan sensor tentu wajib
lengkap dan unggul soal penggunaannya. Misalnya teknologi Wi-Fi yang digunakan
sudah versi 7, yang membuatnya lebih lancar dan minim latensi meski sedang
berada di tempat umum sekali pun.
Tak hanya itu, Vivo X200 juga punya konektivitas lain seperti NFC (Near Field
Communication) multifungsi hingga infrared blaster. Berkat infrared blaster,
perangkat bisa diubah menjadi remot bagi perangkat elektronik lain, seperti
TV, AC, hingga proyektor. Sedangkan NFC untuk melakukan transaksi digital.
Lanjut ke bagian sensor, ponsel ini punya sensor sidik jari di bawah permukaan
layar, accelerometer, gyro, proximity, dan compass.
7. Kapasitas Baterai Besar
Smartphone Vivo X200 ditopang dengan baterai berkapasitas 5800 mAh berjenis
Silicon Carbide (Si/C). Material Silicon Carbide ini punya kepadatan yang
tinggi dibandingkan Lithium-ion. Sehingga kapasitas yang bisa ditampungnya
lebih besar dengan ukuran yang lebih kecil.
Tak hanya itu, baterai jenis ini juga memiliki tingkat efisiensi daya yang
lebih baik dibandingkan Lithium-ion, dengan kecepatan pengisian daya yang
tidak terlalu ekstrem.
Perihal ketahanan dayanya, Vivo mengklaim bahwa X200 ini bisa menghabiskan
17,7 jam untuk menonton video. Sedangkan untuk penggunaan bermain game bisa
bertahan hingga 9 jam.
Untuk proses pengisian dayanya, Vivo X200 mengandalkan fitur pengisian cepat
90W. Setidaknya membutuhkan waktu 40 menit untuk mengisi daya dari kosong
hingga penuh.
8. Adanya Jaminan Upgrade Android
Vivo X200 juga tampaknya sangat cocok untuk jangka. Pasalnya, perangkat ini
punya jaminan upgrade yang cukup panjang.
Sejak awak meluncur, Vivo X200 mengandalkan sistem operasi Android 15 dengan
antarmuka Funtouch 15.
Menariknya, Vivo memberikan jaminan upgrade sistem operasi Android besar
selama empat tahun ke depan. Artinya, Vivo X200 bakal mencicipi Android 19 di
masa mendatang.
Kekurangan Vivo X200
1. Tidak Didukung Pengisian Daya Nirkabel
Vivo X200 memang punya ketahanan daya baterai yang cukup baik dengan kapasitas
5800 mAh berjenis Silicon Carbide yang membuatnya lebih compact dan efisien
untuk berbagai penggunaan. Tak hanya itu, proses pengisian dayanya
mengandalkan fast charging 90W.
Sayangnya, smartphone ini tidak mendukung fitur pengisian daya nirkabel atau
wireless charging. Padahal, model Pro di serinya sudah mendukung wireless
charging 30W.
2. Hanya Menggunakan USB Type-C 2.0
Hal lain yang membuat Vivo X200 berbeda dengan model “Pro” adalah penggunaan
USB Type-C. Vivo X200 masih menggunakan USB Type-C 2.0. Hal ini cukup
disayangkan, sebab hanya Vivo X200 Pro telah menggunakan versi 3.2. Sebagai
informasi, versi 3.0 ke atas telah mendukung display out.
Bukan hanya itu, Vivo X200 juga tak menyediakan slot microSD untuk memperluas
memori eksternal. Apalagi, di pasar Indonesia hanya menyediakan storage 256 GB
saja.
Spesifikasi Vivo X200
- Rilis di Indonesia : Januari 2025
- Warna : Carbon Black, Copper Green
- Dimensit: 160.3 x 74.8 x 8 mm
- Berat : 197 gram
-
Layar : AMOLED berukuran 6.67 inci beresolusi 1260 x 2800 piksel, kerapatan
460 ppi, refresh rate 120Hz, 1.07 miliar warna, HDR10+, 4500 nits (peak) -
Chipset : Mediatek Dimensity 9400 (3 nm), Octa-core (1×3.63 GHz
Cortex-X925 & 3×3.3 GHz Cortex-X4 & 4×2.4 GHz Cortex-A720) - Grafis : Immortalis-G925
- Sistem Operasi : Android 15, Funtouch OS 15
- Memori : 12/256 GB
-
Kamera Belakang : 50 MP, f/1.6, 23mm (wide), 1/1.56″, PDAF, OIS + 50 MP,
f/2.6, 70mm (periscope telephoto), 1/1.95″, PDAF, OIS, 3x optical zoom + 50
MP, f/2.0, 15mm, 119˚ (ultrawide), 1/2.76″, 0.64µm, AF, Laser AF, Zeiss
optics, Zeiss T* lens coating, LED flash, panorama, HDR, 3D LUT import,
Video:4K, 1080p, gyro-EIS -
Kamera Depan : 32 MP, f/2.0, 20mm (ultrawide), HDR, Video:4K@30/60fps,
1080p@30/60fps - Audio : Stereo speaker
-
Baterai : Si/C 5630 mAh, non-removable, 80W wired, 50W wireless, 10W reverse
wireless -
Konektivitas : Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac/6/7, dual-band, Bluetooth 5.4, A2DP,
LE, aptX HD, LHDC 5, IR Blaster, NFC, GPS (L1+L5), GLONASS (L1), BDS
(B1I+B1c+B2a+B2b), GALILEO (E1+E5a+E5b), QZSS (L1+L5), NavIC (L5),USB Type-C 2.0, OTG -
Sensor : Fingerprint (under display, optical), accelerometer, gyro,
proximity, compass
Harga Vivo X200
Vivo X200 merupakan smartphone flagship besutan Vivo terbaru yang mengandalkan
MediaTek Dimensity 9400 serta mengusung teknologi kamera ZEISS yang cukup
memadai untuk aktivitas fotografi. Harga smartphone Vivo X200 sejak awal
peluncurannya di Indonesia adalah Rp12.999.000 rupiah untuk varian RAM 12 GB
dengan penyimpanan internal berkapasitas 256 GB.





