Setelah memboyong
POCO F7 Pro
dan
POCO F7 Ultra
pada April 2025, kini Xiaomi Indonesia kembali menghadirkan seri reguler-nya
melalui
POCO F7 yang
merupakan penerus dari
POCO F6
yang diluncurkan pada Juli 2024 lalu. Smartphone ini pun banyak
ditunggu-tunggu oleh para peminat lantaran menawarkan performa powerful untuk
kelas menengah dengan mengandalkan SoC (System on Chip) Qualcomm Snapdragon 8s
Gen 4 octa-core dipadukan dengan memori RAM 8 GB atau 12 GB LPDDR5X.
Kemampuan fotografi dari smartphone POCO F7 ini pun terbilang mumpuni, sebab
kamera utamanya diperkuat sensor Light Fusion 800 Image Sensor berkekuatan 50
MP yang juga dilengkapi fitur OIS (Optical Image Stabilization). Tampilan
visual dari perangkat besutan Xiaomi ini pun cukup imersif dengan dibekali layar AMOLED (Active Matrix
Organic Light Emitting Diode) beresolusi 2K dipadukan refresh rate 120Hz serta
punya tingkat kecerahan hingga 3200 nits.
Penasaran seperti apa kemampuan dari smartphone all-rounded ini? Untuk
mengetahuinya lebih dalam, langsung saja simak ulasan berikut terkait
kelebihan dan kekurangan POCO F7.
Kelebihan POCO F7
1. Desain Sangat Memukau di Kalangan Gen Z
Desain dari POCO F7 ini dibuat berbeda dengan model atasnya, inilah salah satu
hal yang membuatnya spesial. Misalnya modul kamera yang dibuat berbentuk pil.
Modulnya dibagi menjadi dua dengan garis diagonal, ada juga aksen warna hijau
yang mengapit garis pemisah tersebut.
Bahkan, Gen Z juga sangat-sangat menyukai desain POCO F7 ini, terutama untuk
varian warna Silver. Varian ini berbeda dari yang lainnya, bagian atasnya
dibuat seolah transparan. Di dekat modul kameranya terdapat berbagai pola
berbentuk unik, termasuk tulisan 50 MP OIS, logo Snapdragon, dan aksen-aksen
lain.
Tak suka tampil mewah? Tenang, Anda masih bisa memilih pilihan warna netral
seperti Black dan White. Keduanya hanya dihiasi desain dual-tone dengan garis
pemisah diagonal. Material bodinya dibuat matte halus sebagai finishing.
Perihal ketahanannya, smartphone ini dilengkapi sertifikasi IP68. Sertifikasi
ini lebih baik ketimbang POCO F7 yang hanya dibekali IP54 saja. Dengan IP68,
POCO F7 sudah tahan dari air bahkan hingga kedalaman 2,5 meter selama 30
menit.
2. Layar AMOLED 120Hz dengan Brightness 3200 nits
POCO F7 dipersenjatai layar punch hole berukuran 6,83 inci dengan panel
CrystalRes Flow AMOLED (Active Matrix Organic Light Emitting Diode) yang
mengusung resolusi 1.5K alias 1280 x 2772 piksel yang menawarkan kerapatan
mencapai 447 ppi (pixel per inch) yang mampu menampilkan 68 miliar warna
TrueColor dengan kecerahan mencapai di angka 3200 nits (peak).
Layar tersebut juga tampak sangat mulus dengan refresh rate 120Hz. Namun
karena tidak menggunakan panel LTPO, maka layar tidak dapat menurunkan lajunya
menjadi 1 Hz untuk menghemat daya. Sebagai gantinya, pengguna ditawarkan tiga
opsi refresh rate yaitu 60Hz, 120Hz, dan Auto.
Layar pada POCO F7 pun juga telah mengantongi sertifikasi Widevine L1,
sehingga mampu memutar video dari bioskop online seperti Netflix pada resolusi
1080p. Kemudian, layarnya pun sudah dilapisi kaca proteksi dari Corning
Gorilla Glass 7i.
Hal menarik dari layarnya ini adalah POCO tidak hanya fokus ke kualitas, tapi
juga ke kenyamanannya. Di dalamnya terdapat fitur peredupan DC Dimming dan
sensor suhu warna sekitar untuk membuat mata nyaman saat menatap layar. Selain
itu, ada sertifikasi TUV Rheinland cahaya biru rendah dan bebas kedip untuk
membuat mata tetap sehat dan aman meski menatap layar lama.
3. Kemampuan Kamera Utama Memadai dengan OIS
Beralih ke sektor kamera, smartphone POCO F7 ini hadir dengan dua buah kamera
di sisi belakangnya. Komposisinya adalah kamera utama berkekuatan 50 MP yang
menggunakan sensor Light Fusion 800 Image Sensor berukuran 1/1.55 inci 1.um
piksel dengan focal length 24mm pada bukaan aperture f/1.6 yang diperkuat
fitur dual pixel phase-detection autofocus, OIS (Optical Image Stabilization),
dan LED flash.
Perlu diketahui, OIS (Optical Image Stabilization) sangat efektif dalam
meminimalisir guncangan ketika memotret dengan shutter speed lama. Yang mana
fitur ini sendiri cukup berguna khususnya pada saat mengambil gambar di
kondisi low light atau minim pencahayaan.
Sementara itu, kamera keduanya mengusung resolusi 8 MP yang menggunakan sensor
Sony IMX355 berukuran 1/4 inci 1.12um piksel didukung lensa ultra-wide pada
bukaan aperture f/2.2 yang mampu menghasilkan foto ultra-wide dengan FoV
(Field of View) 119 derajat.
Menilik pada bagian depan, terdapat sebuah kamera selfie berkekuatan 20 MP
yang menggunakan sensor OmniVision OV20B 0.8um piksel pada bukaan aperture
f/2.2 fixed focus. Perihal perekaman video, kamera belakang mampu merekam
hingga resolusi 4K@60fps dan kamera selfie hingga 1080p@60fps.
4. Kinerja Tinggi dari Snapdragon 8s Gen 4
Kinerja yang ditawarkan smartphone POCO F7 merupakan salah satu yang paling
kencang di kelasnya dengan dukungan SoC (System on Chip) Qualcomm Snapdragon
8s Gen 4 SM8735 berfabrikasi 4 nanometer yang mengusung prosesor octa-core
yang terdiri dari single-core ARM Cortex-X4 dengan kecepatan 3,21 GHz,
triple-core ARM Cortex-A720 dengan kecepatan 3,0 GHz, dual-core ARM
Cortex-A720 berkecepatan 2,8 GHz, dan dual-core ARM Cortex-A720 berkecepatan
2,0 GHz, serta diperkuat oleh pengolah grafis memadai dari GPU (Graphics
Processing Unit) Adreno 825 yang powerful.
Chipset dengan
arsitektur All-Big-Core ini dikombinasikan dengan RAM LPDDR5x dengan
penyimpanan internal UFS 4.1. Adapun POCO F7 hadir membawa opsi RAM 12 GB dan
ROM 512 GB. Kapasitas tersebut tentu sudah sangat besar untuk mengoptimalkan
performanya.
Menurut klaimnya, POCO F7 bisa menyentuh skor 2 jutaan untuk AnTuTu v10. Klaim
tersebut juga dibuktikan oleh GSMArena yang mengujinya langsung dan
mendapat skor AnTuTu v10 di angka 2 juta lebih sedikit.
Performa yang dihasilkannya juga didukung oleh sistem pendingin 3D
Dual-Channel IceLoop yang besar. Klaimnya sanggup meningkatkan konduktivitas
termal hingga 20 persen lebih.
5. Gunakan HyperOS 2 dengan Xiaomi HyperAI
Sejak awal peluncurannya, POCO F7 ini langsung menggunakan Android 15 dengan
antarmuka HyperOS 2. Sebagai ponsel yang diluncurkan di tahun 2025, tentu POCO
F7 menawarkan penggunaan fitur AI yaitu Xiaomi HyperAI. Setidaknya ada tiga
fitur berbasis AI utama yang ditawarkan oleh Xiaomi HyperAI.
Misalnya fitur AI untuk meningkatkan atau mengefisiensi waktu pengerjaan tugas
harian. HyperAI menawarkan fitur bernama AI Writing untuk membantu dalam
penulisan, brainstorming, hingga spell checking.
Selain itu, ada AI Speech Recognition yang dapat membedakan suara saat
melakukan transkrip, AI Interpreter, dan AI Search yang bisa mengerti bahasa
sehari-hari.
Kedua adalah fitur AI yang bekerja sama dengan Google Gemini. Fitur ini
rasanya mudah ditemukan di HP tahun 2025 di berbagai kelas. Adapun fiturnya
yaitu Gemini Overlay, Gemini Live, Image Generation, hingga Gemini Connected
Apps. Seperti asisten pribadi, Anda bisa bertanya atau berdiskusi apapun
dengan Gemini.
Kemudian ada fitur Circle to Search with Google. Anda dapat mencari berbagai
informasi yang ada di layar dengan mudah, sesimpel melingkari atau menandai
teks yang dimaksud.
Lalu yang terakhir ada fitur AI untuk membantu meningkatkan kreativitas. Fitur
AI kali ini berkaitan dengan gambar atau foto agar terlihat lebih sempurna.
Misalnya AI Erase Pro, AI Image Enhancement, hingga AI Image Expansion.
6. Baterai Si/C 6000 mAh + Fast Charging 90W
Smartphone POCO F7 ditopang dengan baterai berkapasitas 6000 mAh berjenis
Silicon Carbide (Si/C). Material Silicon Carbide ini punya kepadatan yang
tinggi dibandingkan Lithium-ion. Sehingga kapasitas yang bisa ditampungnya
lebih besar dengan ukuran yang lebih kecil.
Tak hanya itu, baterai jenis ini juga memiliki tingkat efisiensi daya yang
lebih baik dibandingkan Lithium-ion, dengan kecepatan pengisian daya yang
tidak terlalu ekstrem.
Bukan hanya menggendong baterai besar, POCO F7 pun turut dilengkapi fitur
pengisian cepat 90W. Untuk mengisi daya dari kosong hingga penuh, setidaknya
butuh waktu 37 menit.
POCO F7 juga telah dibekali fitur reverse charging 22,5W. Smartphone ini bisa
menjadi powerbank dan mengisi perangkat lain dengan cukup cepat.
7. Dukungan Stereo Speaker dengan Dolby Atmos
POCO F7 menghadirkan dual stereo speaker yang diletakkan di atas dan bawah
bodi. Hal ini dilakukan guna meningkatkan pengalaman audio pada saat
mendengarkan lagu, menonton film, atau sekadar menikmati konten YouTube.
Dengan stereo speaker, suara yang dihasilkan pun dapat lebih keras dan
seimbang karena suara keluar dari dua sumber yang berbeda.
Produsen juga telah membekali ponsel ini dengan teknologi Dolby Atmos sehingga
bisa meningkatkan kualitas suara ketika bermain game.
Peningkatan kualitas suara speakernya juga didapat dari algoritma baru yang
disebut AI Super Cinema. Algoritma tersebut dikatakan mampu menciptakan suara
yang lebih hidup dan nyata.
8. Konektivitas dan Sensor Lengkap, Unggul dengan Wi-Fi 7
Sebagai smartphone kelas upper mid-range, konektivitas dan sensor tidak hanya
harus lengkap saja, tapi juga unggul soal penggunaannya. Misalnya teknologi
WiFi yang digunakan sudah versi 7, sehingga membuatnya lebih lancar dan minim
latensi meski di tempat umum sekalipun.
Kemudian sang ponsel telah dibekali sensor fingerprint atau sidik jari yang
disimpan di dalam layar dengan dukungan teknologi ultrasonic. Hal ini tentu
membuat penggunanya lebih mudah dan cepat pada saat ingin membuka ponsel
dengan sidik jari.
Smartphone kelas menengah ini pun juga dibekali oleh beberapa sensor yang
memiliki fungsi cukup penting. Misalnya sensor gyroscope untuk menentukan arah
dengan hanya menggerakkan ponsel. Selain itu, sensor gyroscope tersebut juga
seringkali digunakan untuk bermain game seperti PUBG Mobile, Call Of Duty
Mobile, dan lain sebagainya.
Bukan hanya itu saja, terdapat sensor lain yang juga dimiliki oleh POCO F7 Pro
ini adalah accelerometer, proximity, dan compass.
Untuk konektivitasnya, ponsel ini sudah menyematkan fitur NFC (Near Field
Communication) di dalamnya. NFC juga menjadi fitur yang semakin sering
digunakan. Misalnya untuk melakukan transaksi digital, mengecek dan mengisi
saldo e-money, atau mengubahnya menjadi kartu akses.
Kekurangan POCO F7
1. Fitur ByPass Charging Absen
Punya kinerja buas memang salah satu modal penting buat aktivitas bermain
game. Baterainya yang masif juga bisa jadi nilai plus, bermain game jadi lebih
lama setiap harinya. Namun, tetap akan ada batasnya karena ponsel ini tidak
mendukung fitur ByPass Charging.
Fitur ini biasanya hadir untuk ponsel yang memang ditujukan untuk gaming.
Tidak hanya untuk kelas mid-range, beberapa kelas entry-level pun kini mulai
banyak yang menghadirkan fitur ByPass Charging.
Sederhananya, fitur ByPass Charging mampu menambah durasi bermain game setiap
harinya. Pengguna dapat dengan aman mengisi daya sambil bermain game, tanpa
perlu khawatir bodi bakan panas atau baterai cepat rusak. Sebab dengan fitur
ini, daya yang masuk ke perangkat bakal di alirkan ke mainboard, tidak melalui
baterai terlebih dahulu.
2. Masih Punya Bloatware
POCO F7 sendiri hadir dengan sistem operasi Android 15 terbaru dengan
antarmuka HyperOS 2 terbaru. Hanya saja, bloatware atau aplikasi prainstal
yang dikandungnya terbilang cukup banyak.
Untungnya, sebagian besar dari bloatware tersebut masih bisa di-uninstall.
Dengan demikian, itu juga akan membuat ruang penyimpanan internal menjadi
lebih lega.
Selain bloatware, POCO F7 juga tampaknya memiliki iklan. Namun, Anda masih
bisa menghilangkan iklannya.
Spesifikasi POCO F7
- Rilis di Indonesia : 2025
- Warna : Black, Silver, White
- Dimensi : 163.1 x 77.9 x 8 mm
- Berat : 219 gram
-
Layar : CrystalRes Flow AMOLED berukuran 6.83 inci beresolusi 1.5K atau 1280
x 2772 piksel, kerapatan 447 ppi, refresh rate 120Hz, ~90.2% screen-to-body
ratio, HDR 10+, HDR vivid, Dolby Vision, 68 miliar warna, 3200 nits
(peak), Corning Gorilla Glass 7i -
Chipset : Qualcomm SM8735 Snapdragon 8s Gen 4 (4 nm), Octa-core (1×3.21
GHz Cortex-X4 & 3×3.0 GHz Cortex-A720 & 2×2.8 GHz Cortex-A720 &
2×2.0 GHz Cortex-A720) - Grafis : Adreno 750
- Sistem Operasi : Android 15, HyperOS 2
- Memori : 12/512 GB
-
Kamera Belakang : 50 MP, f/1.6, 24mm (wide), 1/1.55″, 1.0µm, dual pixel
PDAF, OIS + 8 MP, f/2.2, (ultrawide) 1/4.0″, 1.12µm, Color spectrum
sensor, LED flash, HDR, panorama, Video: 8K@24fps, 4K@24/30/60fps,
1080p@30/60/120/240/960fps, 720p@1920fps, gyro-EIS - Kamera Depan : 20 MP, f/2.2, (wide), 0.8µm, HDR, 1080p@60fps
- Audio : Stereo speaker
- Baterai : Si/C 6000 mAh, non-removable, 90W wired, 22.5W Reverse wired
-
Konektivitas : Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac/6e/7, dual-band, Wi-Fi Direct,
Bluetooth 6.0, A2DP, LE, aptX HD, aptX Adaptive, LHDC 5, GPS (L1+L5),
GLONASS (G1), BDS (B1I+B1c+B2a), GALILEO (E1+E5a), QZSS (L1+L5), NavIC (L5),
NFC, USB Type-C 2.0, dan USB OTG -
Sensor : Fingerprint (under display, ultrasonic), accelerometer, proximity,
gyro, compass
Harga POCO F7
POCO F7 merupakan salah satu smartphone flagship killer dengan kinerja buas
dari Qualcomm Snapdragon 8s Gen 4 serta diperkuat oleh kamera utama
berkekuatan 50 MP dengan sensor Light Fusion 800 Image Sensor lengkap
dengan fitur OIS (Optical Image Stabilization). Harga smartphone POCO F7 sejak
awal peluncurannya di pasar Indonesia adalah Rp5.999.000 rupiah.
Beli di Marketplace:









