Kami Menemukan Dua Bioskop dengan Penayangan Perdana ‘Melania’ yang Habis Terjual – Sebuah Kisah yang Lebih Rumit dari Kelihatannya
Selamat datang, para pencinta film (atau mungkin lebih tepatnya, para pengamat fenomena aneh di dunia film)! Hari ini kita akan membahas sebuah cerita yang cukup menggelitik, tentang sebuah film dokumenter yang, sejujurnya, mungkin tidak semua orang tahu keberadaannya. Judulnya? Sesuai dugaan Anda, "Melania." Ya, sebuah film yang berfokus pada sosok Ibu Negara Amerika Serikat yang ketiga dari Donald Trump, Melania Trump.
Pada hari Jumat yang dinanti-nanti (atau mungkin tidak terlalu dinanti), film ini resmi tayang di bioskop-bioskop. Dan seperti biasa, ketika ada film "besar" atau setidaknya film dengan nama besar di belakangnya, kita berharap ada keramaian, antrean panjang, atau setidaknya, kursi yang terisi penuh. Namun, kenyataan di lapangan, menurut analisis mendalam dari tim WIRED, justru jauh dari harapan itu. Sebagian besar kursi di bioskop-bioskop tempat film ini diputar masih melompong alias kosong melompong.
Tapi, tunggu dulu! Jangan buru-buru menyimpulkan. Karena di tengah lautan kursi kosong itu, WIRED berhasil menemukan dua oase kecil yang menunjukkan tanda-tanda kehidupan yang luar biasa: dua bioskop yang tiket penayangan perdananya habis terjual! Di mana itu? Di AMC Classic Indian River 24 di Vero Beach, Florida, dan AMC Independence Commons 20 di Independence, Missouri. Nah, ini dia yang menarik perhatian kita. Di tengah kegersangan minat, ada dua titik terang. Pertanyaannya, kenapa? Dan apa cerita di baliknya? Mari kita kupas tuntas dengan gaya yang santai tapi tetap renyah.
Siapa di Balik Layar dan Apa Saja yang Kita Ketahui dari Trailernya?
Sebelum kita melangkah lebih jauh, mari kita kenalan dulu dengan para "otak" di balik proyek ini. Film "Melania" ini diproduksi oleh raksasa teknologi yang kini juga merambah dunia perfilman, Amazon MGM Studios. Sebuah nama yang cukup bergengsi, bukan? Dan siapa sutradaranya? Tak lain dan tak bukan adalah Brett Ratner.
Bagi Anda yang gemar film aksi komedi, nama Brett Ratner pasti tidak asing lagi. Dia adalah sosok di balik kesuksesan seri "Rush Hour" yang dibintangi Jackie Chan dan Chris Tucker. Bahkan, kabarnya, sekuel "Rush Hour" yang lain sedang dalam tahap produksi, konon atas permintaan langsung dari Donald Trump sendiri. Wah, sepertinya ada benang merah yang menarik di sini, ya?
Namun, di balik gemerlap kesuksesan "Rush Hour," nama Brett Ratner juga tidak luput dari kontroversi. Ia pernah dituduh melakukan pelecehan seksual oleh enam wanita berbeda. Tentu saja, Ratner membantah tuduhan-tuduhan tersebut dan tidak memberikan tanggapan saat dimintai komentar oleh WIRED terkait film "Melania" ini. Ini tentu saja menambah lapisan intrik pada produksi film ini, membuat kita bertanya-tanya, apakah kontroversi sutradara juga memengaruhi persepsi publik terhadap filmnya?
Lalu, bagaimana dengan isinya? Kalau kita intip trailernya (yang mungkin tidak semua dari kita sempat melihatnya), film "Melania" tampaknya lebih banyak menampilkan Melania Trump yang berjalan-jalan anggun dengan kacamata hitamnya di berbagai ruangan megah. Anda akan disuguhi banyak close-up kaki-kakinya yang berbalut sepatu hak tinggi, melangkah di atas karpet mewah, lantai kayu, trotoar, tangga, dan entah apa lagi. Dan tentu saja, topi boater ikonisnya—yang selalu menyembunyikan matanya—juga tak ketinggalan tampil. Deskripsi trailernya saja sudah cukup membuat kita penasaran, apakah ini film dokumenter yang mendalam atau lebih mirip sebuah fashion show berjalan?
Investasi Fantastis dan Hype ala Trump
Mari kita jujur, untuk sebuah film dokumenter, investasi yang digelontorkan untuk "Melania" ini benar-benar fantastis. Baik Trump maupun studio produksi di belakang film ini, Amazon MGM Studios, menghabiskan dana yang luar biasa besar untuk mempromosikan perilisan film ini.
Bayangkan, Amazon dilaporkan membayar $40 juta hanya untuk hak siar film ini. Dan itu belum termasuk biaya pemasaran! Untuk kampanye pemasarannya saja, mereka menggelontorkan tambahan $35 juta. Totalnya? Lebih dari $75 juta! Ini angka yang gila untuk sebuah dokumenter, bahkan untuk film Hollywood blockbuster sekalipun. Ini menunjukkan betapa seriusnya mereka dalam mencoba membuat film ini menjadi sebuah fenomena.
Tidak hanya itu, Gedung Putih bahkan sampai mengadakan pemutaran khusus untuk sekelompok CEO terkemuka, termasuk Tim Cook dari Apple dan Lisa Su dari AMD. Ini bukan sembarang pemutaran; ini adalah upaya untuk mendapatkan dukungan dari para pebisnis kelas kakap, mungkin dengan harapan mereka akan menyebarkan "kabar baik" tentang film ini.
Dan tentu saja, tidak ada yang bisa mempromosikan sesuatu dengan semangat yang membara seperti Donald Trump sendiri. Ia tak henti-hentinya menggembar-gemborkan film ini di platform media sosialnya, Truth Social. Dengan gaya khasnya yang penuh percaya diri, ia menulis, "Dapatkan tiket Anda hari ini – Habis terjual, CEPAT!" Sebuah klaim yang, seperti yang akan kita lihat nanti, sedikit bertolak belakang dengan kenyataan di lapangan.
Kenyataan Box Office: Antara Klaim dan Fakta Lapangan
Memang, performa box office di AS secara umum telah mengalami penurunan selama beberapa tahun terakhir. Pandemi, perubahan kebiasaan menonton, dan menjamurnya layanan streaming tentu saja turut berkontribusi pada tren ini. Namun, penjualan tiket "Melania" menjadi perhatian khusus, terutama mengingat investasi besar dan promosi gencar yang dilakukan.
Mari kita lihat bagaimana performa film ini di luar negeri, khususnya di Inggris. The Guardian melaporkan bahwa pada hari Senin, hanya satu tiket yang terjual untuk penayangan perdana pukul 3:10 sore di lokasi utama Vue di London, salah satu jaringan bioskop terbesar di sana. Satu tiket! Bayangkan, satu orang di antara ratusan kursi kosong. Itu adalah gambaran yang cukup menyedihkan. Meskipun angka itu kemudian sedikit melonjak menjadi 13 tiket menurut tinjauan WIRED, tetap saja, itu adalah angka yang sangat kecil untuk sebuah penayangan perdana di ibu kota.
Di dunia maya, para komentator dan netizen pun tak ketinggalan membagikan screenshot dari denah tempat duduk bioskop yang menunjukkan barisan-barisan kursi kosong melompong. Gambar-gambar ini dengan cepat menjadi viral, menggarisbawahi betapa sulitnya film ini menarik penonton. Amazon MGM Studios sendiri, ketika dimintai komentar, memilih untuk diam seribu bahasa. Keheningan ini, bagi sebagian orang, bisa diartikan sebagai pengakuan tidak langsung atas performa yang kurang memuaskan.
Misi WIRED: Mencari Jarum di Tumpukan Jerami (Kursi Kosong)
Melihat fenomena kursi kosong yang meluas ini, tim WIRED pun merasa terpanggil untuk melakukan investigasi lebih lanjut. Mereka mengambil langkah ekstra, mencoba menemukan sisi lain dari cerita ini. Misi mereka? Mengidentifikasi apakah ada penayangan film "Melania" yang benar-benar habis terjual di Amerika Serikat.
Ini bukan tugas yang mudah. Dari hampir 1.400 penayangan yang mereka tinjau, Anda tahu berapa banyak yang mereka temukan habis terjual? Hanya dua! Ya, Anda tidak salah dengar. Dua saja!
Untuk melakukan analisis ini, WIRED meninjau daftar dari 329 bioskop yang terletak di dekat 64 dari 100 kota di AS yang masuk dalam daftar "Kota Terbaik untuk Penonton Film di AS" yang dibuat oleh BetMGM. (Sedikit catatan: karena masalah teknis, WIRED tidak dapat menyelesaikan tinjauan penuh dari seluruh 100 kota tersebut, namun 64 kota ini sudah cukup representatif). Dari bioskop-bioskop ini, WIRED mengidentifikasi 1.398 jadwal tayang film "Melania" yang tercantum di Fandango, situs web pembelian tiket populer.
Dan hasilnya? Seperti yang sudah disebutkan di awal, hanya dua penayangan yang habis terjual: penayangan pukul 12:55 siang di AMC CLASSIC Indian River 24 di Vero Beach, Florida, dan penayangan pukul 1 siang di AMC Independence Commons 20 di Missouri.
Ada satu detail menarik lainnya: di situs web AMC, kedua penayangan yang habis terjual ini ditawarkan dengan diskon 20 persen. Ini adalah praktik standar untuk penayangan sebelum jam 4 sore. Jadi, apakah diskon ini berperan dalam membuat tiket terjual habis? Bisa jadi. Harga yang lebih murah mungkin menjadi insentif bagi penonton yang memang sudah tertarik, atau sekadar ingin mencoba menonton film ini tanpa perlu merogoh kocek terlalu dalam.
Kisah Kursi yang Muncul Kembali dan Misteri Minnesota
Selama proses peninjauan WIRED, ada satu momen yang cukup unik. Pada suatu Kamis sore, sebuah penayangan ketiga di bioskop lain di Florida tampaknya juga habis terjual. Namun, ketika WIRED memeriksa kembali daftarnya, tiba-tiba muncul dua kursi baris depan yang tersedia kembali. Seolah-olah ada penonton yang tiba-tiba membatalkan tiketnya, atau mungkin sistemnya mengalami glitch sesaat. Sebuah detail kecil yang justru semakin menyoroti betapa sulitnya film ini untuk mendapatkan penonton penuh.
Dan tak hanya itu, ada juga misteri lain yang menyelimuti film ini. Selama peninjauan WIRED, jadwal tayang film "Melania" di bioskop Mann Plymouth Grand 15 di Minnesota tampak telah dibatalkan. Bioskop ini terletak di Hennepin County, Minnesota, sebuah daerah yang pernah menjadi sorotan karena insiden-insiden seperti terbunuhnya dua pengamat di tengah invasi besar-besaran agen imigrasi federal. Entah apa kaitannya persisnya dengan pemutaran film "Melania," tapi yang jelas situasinya memang lagi "panas" di sana. Perwakilan dari Mann Plymouth Grand 15 tidak menanggapi permintaan komentar, menambah lapisan misteri pada pembatalan ini. Apakah ini murni karena penjualan tiket yang buruk, atau ada faktor lain yang lebih kompleks? Kita hanya bisa berspekulasi.
Penutup: Sebuah Fenomena yang Menggelitik
Jadi, apa yang bisa kita simpulkan dari semua ini? Film "Melania," dengan dukungan finansial yang masif dari Amazon MGM Studios dan promosi gencar dari Gedung Putih serta Donald Trump sendiri, menghadapi kenyataan yang cukup pahit di box office. Di tengah klaim "habis terjual, cepat!" dari Trump, sebagian besar bioskop justru menampilkan pemandangan kursi kosong.
Hanya dua dari hampir 1.400 penayangan yang ditinjau oleh WIRED yang benar-benar habis terjual, dan itu pun dengan sedikit "bantuan" diskon untuk penayangan siang hari. Ini menunjukkan bahwa bahkan dengan nama besar, dukungan politik, dan investasi jutaan dolar, minat publik tidak bisa dibeli begitu saja.
Fenomena ini adalah cerminan menarik tentang bagaimana politik dan budaya pop saling berinteraksi di era modern. Apakah ini menunjukkan kelelahan publik terhadap drama politik? Atau apakah ada faktor lain, seperti kontroversi sutradara, atau bahkan persepsi tentang sosok Melania Trump itu sendiri, yang membuat penonton enggan datang?
Satu hal yang pasti, kisah di balik penjualan tiket "Melania" ini jauh lebih menarik daripada yang terlihat di permukaan. Ini bukan sekadar cerita tentang sebuah film yang tidak laku, tetapi juga tentang ekspektasi yang tinggi, investasi yang berani, dan kenyataan pasar yang brutal. Dan di tengah semua itu, ada dua bioskop kecil di Florida dan Missouri yang berhasil mencetak sejarah "sold out" mereka sendiri, meninggalkan kita dengan pertanyaan: siapa sebenarnya para penonton setia di dua lokasi itu? Dan apa yang mereka cari dari film dokumenter "Melania" ini? Sebuah misteri yang mungkin akan tetap menjadi obrolan santai di sela-sela kopi pagi.
