Emang bisa sebuah smartphone memiliki ketebalan bodi di angka 5 mm tapi bukan
ponsel lipat? Bisa, Samsung telah membuktikannya melalui
Samsung Galaxy S25 Edge. Smartphone ini jadi yang paling tipis di antara model lain lain di serinya
dengan ketebalan hanya 5,8 mm saja. Hal ini tentu membuatnya terasa sangat
menarik meski datang belakangan di antara model lainnya yang hadir lebih dulu
ke pasar Indonesia.
Berbicara soal performa, Samsung Galaxy S25 Edge mengandalkan chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite octa-core ditandemkan memori RAM 12 GB yang
sudah cukup luas. Selain itu, ponsel ini juga hadir dengan layar imersif
dengan panel Dynamic AMOLED 2X serta didukung refresh rate 120Hz yang mulus.
Dengan spesifikasi setangguh itu, Samsung Galaxy S25 Edge juga jadi model
dengan harga paling murah di antara model lain. Hal ini memang menarik, tapi
pasti ada konsekuensinya. Ada beberapa sektor yang mengalami penyesuaikan,
seperti kapasitas baterai lebih kecil, kamera telefoto hilang, dan sebagainya.
Penasaran? Simak kelebihan dan kekurangan Samsung Galaxy S23 Edge sebagai
berikut.
Kelebihan Samsung Galaxy S25 Edge
1. Desain Bodi Tipis 5,8 mm
Samsung Galaxy S25 Edge jadi salah satu smartphone dengan ketebalan bodi
paling tipis di dunia. Ketebalannya hanya 5,8 mm saja, angka ini biasanya
dimiliki oleh ponsel lipat Fold. Sebab perangkat Fold dalam mode terbuka akan
jadi sangat tipis meski jadi tebal ketika dalam mode lipatannya. Sedangkan
untuk bobotnya berada di angka 163 gram, ini juga tergolong ringan.
Satu hal yang menarik lain adalah tampilan desain modul kameranya berbeda dari
model lain di serinya. Samsung Galaxy S25 Edge tidak memiliki tiga lingkaran
lagi, tapi hanya dua saja. Kedua lingkarannya disimpan dalam sebuah modul
berbentuk pil.
Tak cukup sampai disitu saja, Samsung Galaxy S25 Edge pun telah mengantongi
sertifikasi IP68 yang menandakan perangkat memiliki ketahanan terhadap air 30
menit dalam kedalaman 1,5 meter dan tahan di lingkungan debu.
2. Layar Dynamic LTPO AMOLED 2X QHD 120Hz
Samsung Electronics Indonesia (SEIN) mempersenjatai smartphone premium Samsung
Galaxy S25 Edge dengan layar sentuh punch hole berukuran 6,7 inci dengan panel
Dynamic LTPO AMOLED 2X (Active Matrix Organic Light Emitting Diode) yang
mengusung resolusi QHD+ atau 1440 x 3120 piksel yang menawarkan kerapatan
mencapai 393 ppi (pixel per inch) dengan tingkat kecerahan puncak hingga di
angka 2600 nits (peak).
Hal menarik lain dari kemampuan layarnya ini adalah refresh rate yang lebih
adaptif. Samsung Galaxy S25+ bisa mengatur atau mengadaptasikan refresh
rate-nya dari 1 sampai 120Hz. Refresh rate adaptif ini nantinya akan
berpengaruh pada ketahanan dayanya. Sebab, makin rendah refresh rate maka
makin sedikit juga daya baterai yang digunakan.
Ini juga dilengkapi oleh fitur Eye Comfort Shield guna mengurangi pancaran
cahaya biru pada layar agar mata pengguna tidak mudah lelah. Bahkan, layarnya
juga dibekali proteksi antigores berupa Corning Gorilla Glass Ceramic 2.
Itu juga sudah didukung sertifikasi Widevine L1 untuk aktivitas menonton di
resolusi Full HD pada platform Netflix, serta sudah mengantongi sertifikasi
HDR10+ untuk rentang dinamis yang lebih luas.
3. Performa Powerful dari Snapdragon 8 Elite
Snapdragon 8 Elite menjadi chipset terbaik dengan performa tinggi dari Qualcomm per tahun
2025 ini. Beberapa smartphone flagship juga turut menggunakannya lantaran menawarkan kinerja
maksimal, seperti Xiaomi 15 Pro, iQOO 13, ASUS ROG Phone 9 Series, Realme GT 7 Pro, hingga Red Magic 10 Pro Series.
Berbeda dengan ponsel flagship lain, Samsung Galaxy S25 Series hadir dengan
Snapdragon 8 Elite khusus. Samsung menyebutnya Snapdragon 8 Elite for Galaxy
dengan dual-core pada CPU yang mengalami overclock. Performa CPU (Central
Processing Unit) yang dimilikinya diklaim memiliki peningkatan hingga 45
persen, 48 persen untuk GPU, dan 68 persen untuk NPU.
Untuk lebih detailnya, Snapdragon 8 Elite for Galaxy mengusung prosesor
octa-core yang terdiri dari dual-core Oryon V2 Phoenix L dengan clock speed
4,47 GHz dan hexa-core Oryon V2 Phoenix M dengan clock speed 3,53 GHz, serta
dipadukan dengan GPU (Graphics Processing Unit) memadai dari Adreno 830.
Chipset tersebut juga dipadukan kapasitas memori lega yang membuatnya lebih
optimal lagi. Samsung Galaxy S25 Edge menawarkan RAM 12 GB LPDDR5x. Sedangkan
penyimpanan internalnya berkapasitas 256 GB dan 512 GB UFS 4.0.
4. Kamera Utama 200 MP ISOCELL HP2
Beralih ke sektor kamera, Samsung Galaxy S25 Edge hadir dengan dua buah kamera
belakang dengan kamera utama berkekuatan 200 MP yang menggunakan sensor
Samsung ISOCELL HP2 berukuran 1/1.3 inci 0.6um piksel pada bukaan aperture
f/1.7 dengan focal length 24mm, serta diperkuat fitur multi-directional phase
detection autofocus dan OIS (Optical Image Stabilization).
Kemudian terdapat kamera ultrawide berkekuatan 12 MP pada bukaan aperture
f/2.2 dan focal lenght 13 mm. Kamera ini pun telah didukung Super Steady Video
guna melakukan vlogging. Sudut pandangnya cukup luas yaitu 120 derajat.
Perihal perekaman videonya, Samsung Galaxy S25 Edge mampu merekam hingga
resolusi 8K dengan 30fps. Dukungannya meliputi HDR10+, stereo surround
recorder, dan gyro-EIS. Ada satu fitur tambahan yaitu 10-bit HDR untuk
reproduksi warna lebih maksimal.
Menilik pada bagian depan, smartphone flagship terbaru dari Samsung ini
mengandalkan kamera selfie berkekuatan 12 MP pada bukaan aperture f/2.2 yang
didukung dual pixel phase-detection autofocus. Resolusi video maksimalnya bisa
mencapai 4K@60fps.
Sektor kamera depan juga kedapatan fitur AI Audio Eraser. Fitur ini mampu
menyesuaikan audio pada video dengan cerdas.
5. Punya Galaxy AI Super Canggih
Salah satu peningkatan yang paling mengesankan dari Galaxy AI ini adalah sudah
mendukung penggunaan bahasa sehari-hari. Adapun fitur Galaxy AI utama yang
ditawarkan adalah Now Brief atau Now Bar, AI Agents meliputi perkembangan dari
Circle to Search, AI Select, Gallery Control, hingga Cross-app Action.
Now Brief atau Now Bar mampu merangkum semua berita atau informasi yang Anda
butuhkan. Misalnya pagi hari, fitur ini menampilkan kondisi Anda tidur,
informasi cuaca, berita terkini, atau pertandingan klub bola yang mungkin
terlewat.
Kemudian Now Bar memiliki fungsi yang muncul di lock screen dan fokus ke acara
atau aplikasi yang baru digunakan. Fitur ini dapat menampilkan musik, petunjuk
arah dari Google Maps, jadwal meeting, hingga live score.
Dari banyaknya fitur AI yang dihadirkan di seri ini, terdapat beberapa fitur
yang cukup menarik bagi pengguna. Pertama yaitu Circle to Search. Fitur
ini memiliki cara kerja yang sangat mirip dengan Google Lens. Bedanya, Anda
tidak perlu membuka atau memotret benda atau objek yang akan dicari. Pasalnya,
Anda hanya perlu mencoret benda tersebut kemudian hasil pencariannya akan
langsung ditampilkan.
Kemudian ada AI Select yang mampu menganalisa konten pada layar dengan lebih
rinci. Bahkan, Anda bisa membuat GIF dengan mudah dengan menggunakan fitur AI
ini.
Fitur lain yang termasuk ke AI Agents adalah Gallery Controll. Dengan bahasa
biasa sehari-hari, Anda bisa meminta AI untuk menampilkan foto tertentu, misal
foto mendaki ke gunung di malam hari, foto menggunakan baju berwarna biru, dan
sebagainya.
Terakhir ada Cross-app Action yang berfungsi melakukan tugas yang lebih
kompleks dan melibatkan atau berinteraksi dengan aplikasi lain.
6. Didukung Fitur Ultra-Wideband
Satu sensor yang kurang dari Samsung Galaxy S25, terdapat di Galaxy S25 Edge. Apa lagi kalau bukan Ultra Wideband (UWB). Ini
membuatnya makin mirip dengan model Ultra-nya, tetapi dengan harga yang lebih
murah.
Ultra Wideband sendiri merupakan teknologi nirkabel berbasis gelombang radio.
UWB ini bisa digunakan untuk melacak keberadaan dan pergerakan benda lain
secara lebih akurat dan real-time.
Dengan bantuan aksesoris bernama Galaxy SmartTag yang ditempelkan atau
diselipkan pada sebuah benda, maka benda tersebut bisa dilacak keberadaannya
melalui sensor UWB. Akurasinya pun bisa mencapai hingga hitungan jarak 10 cm.
Adapun teknologi UWB juga bisa digunakan untuk membuka kunci mobil. Dengan
aplikasi SmartThings, pengguna bisa langsung menerima notifikasi melacak
keberadaan kunci yang hilang serta menyalakan mobil dengan otomatis.
7. Punya Konektivitas dan Sensor yang Unggul
Samsung Galaxy S25 Edge masih dibekali konektivitas lengkap dan unggul di
kelasnya. Misalnya konektivitas 5G yang sudah disematkan untuk meningkatkan
kecepatan dalam berinternet.
Menariknya, ponsel ini pun sudah dibekali Wi-Fi 7. Jenis yang sama yang
digunakan model lain di serinya, termasuk model Ultra. Jenis Wi-Fi ini
pastinya punya koneksi yang lebih stabil dengan latensi super rendah
dibandingkan jenis Wi-Fi lain di bawahnya.
Berada di segmen flagship Samsung, seri ini juga menyematkan fitur Samsung DeX
dan Wireless DeX. Fitur ini mampu mengubungkan ponsel dengan monitor eksternal
dan mouse atau keyboard. Dengan begitu, aktivitas multitasking lainnya bisa
dilakukan dengan mudah.
Untuk konektivitas lainnya, Samsung Galaxy S25 Edge mendukung NFC multifungsi,
port USB Type-C 3.2 yang mendukung display port. Sensornya pun lengkap,
seperti sensor sidik jari di bawah layar berjenis ultrasonic, accelerometer,
proximity, compass, barometer, dan gyro hardware.
8. Jaminan Upgrade OS Sampai 7 Tahun
Samsung Galaxy S25 Series, termasuk model Galaxy S25 Edge sudah langsung
menggunakan Android 15 dengan antarmuka One UI 7. Sebagai ponsel flagship,
tentu Samsung Galaxy S25 Edge membawa jaminan upgrade dengan waktu yang
terbilang sangat lama yaitu hingga tujuh tahun atau tujuh kali.
Artinya, Samsung Galaxy S25 Edge ini bakal mendapatkan upgrade hingga Android
22 pada tahun 2032 mendatang.
Dengan catatan, penamaan Android akan tetap berurutan. Sedangkan untuk update
security patch biasanya lebih lama setahun, artinya sampai delapan tahun ke
depan.
9. Punya Stereo Speaker yang Enak Didengar
Samsung Galaxy S25 Edge punya speaker yang jumlahnya dua atau stereo speaker.
Letak speaker utama ada di dekat port USB atau di bagian bawah, sedangkan
speaker sekundernya bergabung dengan earpiece di bezel bagian atas.
Meski speaker keduanya disimpan ke dalam earpice, keduanya bisa hasilkan suara
yang balance dan lantang. Elemen bass dan vokalnya juga kuat. Kualitasnya ini
sangat cocok untuk aktivitas sehari-hari seperti menonton, mendengarkan musik,
hingga bermain game.
Hanya saja, pengguna tidak bisa menemukan port jack audio 3,5 mm. Untuk
mendengarkan suara yang lebih dalam, Anda bisa menggunakan earphone via
Bluetooth.
Kekurangan Samsung Galaxy S25 Edge
1. Kapasitas Baterai Paling Kecil di Serinya
Samsung Galaxy S25 Edge jadi model dengan kapasitas baterai paling kecil di
serinya yaitu 3900 mAh. Kapasitas ini berbeda 100 mAh dengan
Samsung Galaxy S25
yang memiliki kapasitas 4000 mAh. Tentu saja angka ini masih sangat jauh dari
standar untuk smartphone yaitu di angka 5000 mAh.
Dengan kapasitas kecil, ketahanannya juga bisa dibilang rendah. Merujuk pada
pengujian yang dilakukan oleh GSMArena, Samsung Galaxy S25 Edge mendapat skor
penggunaan aktif hingga 12 jam 6 menit.
Dengan kata lain, kapasitas yang cukup kecil ini memang jadi salah satu
catatan yang mesti diperhatikan. Namun, ketahanan dayanya masih bisa diterima
untuk kapasitas kecil ini.
2. TIdak Dibekali Kepala Charger
Sudah menjadi tren baru dari ponsel flagship untuk tidak menyertakan kepala
casan di dalam kotak pembelian. Bukan hanya flagship saja, ponsel mid-range
juga ikut serta untuk tidak menyertakan casan di dalam kotak pembelian.
Awal mulanya tren ini dilakukan oleh perusahaan Apple dengan alasan mengurangi
jejak karbon, yang menyarankan konsumen untuk menggunakan casan dari ponsel
Apple sebelumnya.
Dengan seiring berjalannya waktu brand Samsung, Xiaomi dan lain sebagainya juga turut serta melakukan hal serupa. Oleh karena
itu, jika Anda ingin membeli Samsung Galaxy S25 Edge pastikan memiliki bujet
lebih untuk membeli kepala casan tersebut.
Spesifikasi Samsung Galaxy S25 Edge
| Tahun Rilis | 2025 |
| Layar | Dynamic LTPO AMOLED 2X 6,7 Inch |
| Chipset | Qualcomm SM8750-AB Snapdragon 8 Elite (3 nm) |
| RAM | 12 GB |
| Storage | 256 GB, 512 |
| Kamera Belakang | 200 MP + 12 |
| Kamera Depan | 12 MP |
| Baterai | 3900 mAh + 25W + 15W wireless |
Harga Samsung Galaxy S25 Edge
Samsung Galaxy S25 Edge merupakan salah satu smartphone flagship Samsung
terbaru di tahun 2025 yang menggunakan SoC (System on Chip) Qualcomm
Snapdragon 8 Elite for Galaxy serta dibekali beragam fitur AI (Artificial
Intelligence) yang canggih. Bukan cuma itu, smartphone ini juga termasuk salah
satu smartphone tertipis di dunia dengan ketebalan 5,8 mm saja.
Harga smartphone Samsung Galaxy S25 Edge sejak awal rilis di Indonesia adalah
Rp14.499.000 rupiah untuk varian RAM 12 GB dan ROM 256 GB. Sedangkan varian
RAM 12 GB dan ROM 512 GB dibanderol dengan harga Rp21.499.000 rupiah.
Beli di Marketplace:








