Belum lama ini Infinix Mobility Indonesia secara resmi meluncurkan ponsel
murah terbarunya melalui seri Infinix Smart 10 Plus dan Infinix Smart 10. Model “Plus” bisa dibilang versi “sedikit” lebih baiknya. Kata
“sedikit” di sini sudah sangat tepat, sebab spesifikasi secara keseluruhan
masih sama. Bagaimana tidak, ia masih sama-sama mengandalkan SoC (System on
Chip) Unisoc T7250 octa-core serta mengandalkan layar 120Hz yang mulus.
Namun, model “Plus” punya sedikit peningkatan. Salah satunya di sektor
baterai, kini Infinix Smart 10 Plus ditopang dengan baterai besar berkapasitas
6000 mAh lengkap dengan fitur pengisian cepat 18W. Masih sama dengan model
reguler, model “Plus” juga masih memiliki durabilitas tangguh berkat kantongi
sertifikasi IP64.
Jika ingin tahu lebih lanjut, berikut beberapa kelebihan dan kekurangan
Infinix Smart 10 Plus yang wajib untuk diketahui sebelum mempertimbangkan
membawa pulang perangkat ini.
Kelebihan Infinix Smart 10 Plus
1. Desain Fresh, Durabilitas Tangguh
Meski berada di seri yang sama, tampilan Infinix Smart 10 Plus sedikit berbeda
dengan Infinix Smart 10. Tampilannya lebih fresh bahkan dibandingkan ponsel
lain di kelasnya. Bagaimana tidak, biasanya modul kamera dibuat memanjang
secara vertikal, tapi HP ini justru membuatnya horizontal ala Google Pixel.
Infinix Smart 10 Plus memodifikasi bentuk kameranya yang dibuat lebih persegi,
mirip Infinix Hot 50 Series. Di bagian bodinya juga terdapat tone warna yang
menarik ketika diperhatikan. Adapun varian warnanya terdiri dari Titanium
Silver, Iris Blue, Ruby Red, dan Sleek Black.
Durabilitas dari smartphone besutan Infinix ini pun juga cukup tangguh yang
diklaim tahan benturan dan jatuh yang baik. Klaim ini didapat dari pengujian
jatuh yang sudah dilakukan sebanyak 25 ribu kali dari ketinggian 1,5 meter.
Kemudian ada sertifikasi IP64 yang membuatnya tahan debu dan percikan air.
2. Layar dengan Refresh Rate 120Hz
Smartphone Infinix Smart 10 Plus mengusung layar sentuh punch hole berukuran
6,67 inci dengan panel IPS (In-Plane Switching) LCD yang mengusung resolusi
HD+ atau 720 x 1600 piksel yang menawarkan kerapatan mencapai 262 ppi (pixel
per inch) serta memiliki tingkat kecerahan mencapai di angka 500 nits yang
cemerlang.
Layar tersebut pun sudah didukung refresh rate 120Hz agar pergeseran di layar
terlihat dua kali lipat lebih mulus daripada 60Hz konvensional.
Sebenarnya angka 120Hz ini bukanlah suatu hal yang baru di kelas entry-level.
Bahkan, belakangan ini sudah cukup banyak ponsel pemula yang didukung refresh
rate 120Hz. Sebut saja Tecno Spark Go 1, Xiaomi Redmi 14C, Itel A80, dan banyak lagi.
Satu hal yang paling menarik dari Infinix Smart 10 Plus adalah adanya fitur
Auto-on Display. Namun, fitur ini tidak benar-benar menyala sepanjang waktu,
ada batas saat layar akhirnya benar-benar gelap.
3. Adanya Fitur Dynamic Bar
Masih berbicara soal layar, kini smartphone Infinix Smart 10 Plus memiliki
fitur ekslusif bernama Dynamic Bar. Sederhananya, fitur ini mampu mengubah
notch menjadi interaktif. Misalnya mengubah bentuk menjadi lebih besar atau
lebar saat mendapatkan notifikasi tertentu.
Konsep ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi Anda, sebab HP pertama yang
memperkenalkan fitur ini adalah iPhone dengan nama Dynamic Island. Tak hanya
iPhone, beberapa ponsel Android pun kini sudah banyak yang mengadopsi fitur
tersebut.
Fitur ini pertama kali diperkenalkan untuk HP Android oleh Realme C55 NFC dengan nama Mini Capsule. Seiring perkembangannya, sudah ada beberapa
brand yang juga turut mengadopsi fitur serupa seperti Infinix, Tecno, Itel, Xiaomi,
hingga ZTE.
4. Punya Fitur Infinix AI yang Canggih
Sebagai sebuah smartphone yang diluncurkan tahun 2025, tentu saja Infinix Smart 10 Plus telah
dibekali fitur AI yang canggih. Infinix menyebutnya dengan nama Infinix AI
dengan jargon Leep Into AI. Terdapat beberapa fitur AI yang
ditawarkan seperti Summarize, Query, Write, dan pengoptimalan.
Cara menggunakannya juga cukup mudah, Anda hanya perlu melakukan block pada
teks yang diinginkan, lalu tekan “AskAI”. Anda bisa memilih perintah yang akan
dilakukan, misalnya Teks Generator, Text Optimizer, dan Grammar Checker.
Bukan hanya itu, Infinix Smart 10 Plus juga dibekali Folax. Dengan fitur ini,
Anda bisa meminta bantuan terkait pemutaran musik, aksi untuk panggilan, atau
membuat rencana perjalanan Anda.
5. Kinerja Cukup Bagus untuk Kebutuhan Harian
Meski dibanderol dengan harga sejutaan, performa yang dibawa oleh Infinix
Smart 10 Plus ini tampak masih cukup bagus. Chipset-nya sendiri menggunakan
Unisoc T7250, yang sebenarnya merupakan rebranding dari Unisoc T615. Secara
keseluruhan, chip ini menawarkan penggunaan lancar dan seimbang, bukan hanya
condong ke performa saja.
Pada arsitekturnya, Unisoc T7250 ini punya fabrikasi 12 nanometer yang
mengusung prosesor octa-core yang terdiri dari dual-core ARM Cortex-A75 dengan
clock speed 1,8 GHz dan hexa-core ARM Cortex-A55 dengan clock speed 1,6 GHz.
Kartu pengolah grafisnya mengandalkan Mali-G57 MC2 dengan frekuensi 850 MHz.
Guna mengoptimalkan performa-nya, chipset ini telah kompatibel dengan RAM
LPDDR4x dengan penyimpanan internal eMMC 5.1 atau UFS 2.2. Adapun Infinix
Smart 10 Plus menawarkan RAM 8 GB. Sedangkan penyimpanan internalnya
berkapasitas 128 GB berjenis eMMC 5.1.
6. Kamera Sanggup Merekam Hingga 2K!
Pada bagian belakang, Infinix Smart 10 Plus hanya tampil dengan dua lensa
kamera di sisi belakangnya. Namun, hanya ada satu kamera saja yang akan sering
digunakan yaitu kamera utama berkekuatan 8 MP dengan sensor BSI CMOS pada
bukaan aperture f/2.0, serta diperkuat fitur autofocus.
Beralih ke bagian depan, resolusi yang digunakan juga masih 8 MP pada bukaan
aperture f/2.0. Bedanya, kamera ini hanya mendukung fitur fixed focus, jadi
tidak bisa mengalihkan fokus dari objek satu ke objek lain secara otomatis.
Perihal perekaman video, kamera belakangnya sudah mampu merekam di resolusi 2K
atau 1440p@30fps. Kualitas ini berlaku untuk perekaman video kamera belakang
dan depan.
7. Baterai Jumbo Berkapasitas 6000 mAh
Adapun yang menjadi pembeda antara model “Plus” dan “reguler” adalah kapasitas
baterainya. Infinix Smart 10 Plus menggendong baterai besar berkapasitas 6000
mAh. Kapasitasnya ini cukup jauh dari standar HP yang masih berada di angka
5000 mAh. Artinya, ketahanan dayanya juga meningkat.
Infinix Smart 10 Plus diklaim mampu bertahan selama 36 hari lamanya dalam mode
standby. Untuk melakukan panggilan telepon, ponsel ini sanggup bertahan selama
47 jam. Kemudian untuk mendengarkan musik bisa bertahan selama 121 jam.
Sayangnya, sang ponsel tidak turut dibekali fitur pengisian daya yang baik.
Sebab, pengisian daya yang disematkan pada HP ini hanya 18W saja.
8. Dukungan Speaker Stereo Berbasis DTS
Infinix Smart 10 Plus juga sudah dibekali stereo speaker yang enak didengar.
Keberadaan stereo di harganya lagi-lagi masih sangat jarang ditemukan.
Kualitas suara yang dihasilkan juga cukup bagus. Lubangnya disimpan di bagian
bawah bodi dan atas bodi agar terasa seimbang.
Menariknya, Infinix bahkan memberikan fitur bernama Ultra Volume. Sesuai
dengan namanya, fitur ini sanggup meningkatkan volume lebih dari 100 persen,
tepatnya hingga 300 persen. Fitur ini tentu sangat cocok digunakan untuk
menelon atau mendengar voice note di tempat umum.
Kendati demikian, fitur Ultra Volume ini tidak terlalu cocok digunakan untuk
mendengarkan musik atau menonton video. Sebab semakin tinggi volumenya, detail
suara yang dihasilkan biasanya bakal berkurang.
Kekurangan Infinix Smart 10 Plus
1. Pengisian Daya Hanya 18W
Walaupun Infinix Smart 10 Plus ini dibekali baterai berkapasitas besar 6000
mAh. Namun, ada kekurangan yang di sektor ini seperti hanya didukung oleh
pengisian daya 18W. Dengan demikian, proses pengisian daya dari kosong hingga
penuh membutuhkan waktu 3 jam lebih. Waktu yang tak sebentar, bukan?
Padahal di kelas yang sama yaitu
Realme C71 NFC
sudah mampu membawa pengisian daya SuperVOOC 45W. Hal ini dilakukan untuk
memangkas waktu pengisian daya mengingat kapasitas baterainya lebih besar
dibandingkan standar ponsel lain.
2. Storage Masih eMMC
Infinix Smart 10 Plus masih menggunakan tipe memori eMMC yang memiliki
kecepatan transfer yang lebih lambat dibandingkan UFS.
Jenis memori ini membutuhkan waktu lebih lama untuk melakukan ekstrak file
atau memindahkan atau menyalin file dari folder ke folder.
Sementara UFS sudah mendukung command queue (CQ) yang berfungsi untuk
menyortir dan mengoperasikan beberapa perintah sekaligus.
Tak hanya itu, UFS juga memiliki antarmuka full-duplex yang memungkinkannya
melakukan baca dan tulis secara bersamaan. Dengan demikian, waktu yang
dibutuhkan UFS akan jadi lebih singkat dibandingkan eMMC.
Spesifikasi Infinix Smart 10 Plus
| Tahun Rilis | 2025 |
| Layar | IPS LCD 6,67 Inch |
| Chipset | Unisoc T7250 |
| RAM | 8 GB |
| Storage | 128 GB |
| Kamera Belakang | 8 MP + AI |
| Kamera Depan | 8 MP |
| Baterai | 6000 mAh + 18W |
Harga Infinix Smart 10 Plus
Infinix Smart 10 Plus merupakan smartphone terbaru dan termurah yang
mengandalkan layar 120Hz yang smooth serta didukung performa andal untuk
kebutuhan harian berkat sokongan Unisoc T7250 octa-core. Tak hanya itu, ponsel
ini juga bawakan baterai besar yaitu 6000 mAh yang mampu menemani aktivitas
pengguna hingga seharian penuh, bahkan lebih. Harga smartphone Infinix Smart
10 Plus sejak awal rilis di Indonesia adalah Rp1.499.000 rupiah untuk varian
RAM 8 GB dan ROM 128 GB.
Beli di Marketplace:








